Di tengah kegelapan diantara rintik-rintik hujan
Aku memanggilmu dengan sebutan yang kau suka
Kau menerka bahwa aku bukanlah aku yang biasa
Karena aku membawakanmu sebuah payung cinta
Kau terdiam, lamunanmu membuat aku bergetar
Semakin digebu waktu, angin makin kejam
Aku ingin kau cepat ada disini, menelusuri jalan bersamaku
Cepat, apa perlu ku ulurkan tangan dan menyentuh sisi halusmu?
Aku bersabar, Kau masih terdiam dalam lamunan
Seolah kau masih tak percaya, seorang sosok payah menghampirimu
Jangan ingat masa dulu lagi, ketika kita saling mencela kasar
Itu bukan mauku, maumu ataupun mau kita
Akhirnya kau, kau mulai bereaksi
Memulai pembicaraan hanya dengan delapan kata
Aku menyimak, berusaha menatap nanar matamu
Kau satu diantara sekian orang yang menghampiriku disini
Sunday, November 25, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Keren li puisinya ^_^
ReplyDeleteHehehe terimakasih ya Muna :3 abis suasananya pas banget.
ReplyDelete