Disini awalnya saya melihat sebuah perbedaan dalam diri saya. Masa adaptasi, masa yang sedikit berbekas. Namun karena tiap masa mempunyai banyak cerita, banyak hal yang perlu kalian tau. Fakta tentang saya dan dia.
- Anak SMP masa sih dianterin? satu kata awal sebelum saya menginjakkan kali di sekolah ini. Namanya juga orang tua, menginginkan anaknya mandiri yaa dimulai dari hal yang sekecil ini. Kehidupan berubah seketika saya mulai naik angkutan kota. Ya secara tidak pernah naik angkutan kota jika mau sekolah (baca: 6 tahun di SD). Kalian tau? setiap pagi saya berdiri di perempatan menunggu angkutan kota lewat. 10 dikalikan dengan 3 dibagi dengan 6 dan ditambah dengan 0. Nah, itu nomor trayek angkutan kota yang biasa saya tumpangi. Masa orang Bogor tidak tahu jurusan Cimahpar-Ramayana. Banyak sekali kenangan tentang saya dan si hijau ini. Ya, banyak sekali. Lain waktu kita bicarakan ya.
- Ini cukup singkat dan masih mengandung misteri (Sebenarnya sedikit maksa). Saya masuk kelas 7E kemudian 8G dan 9E. Jika alphabet terserbut saya jadikan angka dan ketiganya dijumlahkan maka akan didapat angka 17. Jika 1 dan 7 ditambahkan maka akan didapat hasil 8, dan angka 8 ini kita kurangi dengan angka trayek angkot tercinta saya. Ya, hasilnya pasti dan tidak lain 3. Sesuai dengan SMP saya. Hahahahahahahahahahahahahaha dan ada satu angka lagi yang keramat dalam hidup saya selama SMP angka yang dalam Bahasa Inggris maupun Indonesia samasama terdiri dari 3 huruf. Angka yang lebih banyak dibanding satu dan kurang dari 3. Ya angka 2, SELALU MENJADI NOMOR ABSEN SAYA DARI KELAS 7-9. Ya, kebetulan belaka.
- OSIS. Organisasi Siswa Intra Sekolah. Saya masuk organisasi ini dari kelas 7 melalui seleksi dan di kelas 7 tersebut saya menjadi anggota dari Sekretaris Bidang Keagaaman. Tak terpikirkan, bagaimana saya bisa terpilih menjadi anggota dari sekbid tersebut yang jelas kalau dilihat memang muka saya dulu masih alim sekali. Coba dibayangkan :). Kelas 8, kelas dimana saya sering tidak ikut rapat. Periode selama 2 tahun tidak saya manfaatkan dengan baik. Well, saya memilih untuk keluar dari organisasi ini dengan alasan "tugas" di kelas 8. Alasan bodoh memang karena bukan saya saja yang kelas 8 tetapi malah sebagian besar anggota yang lain. Tapi tak apa sebagai anggota dari Sekretaris Bidang Pendidikan waktu itu saya digantikan dengan orang yang lebih baik dari saya. Don't try!
- The last dari part 1, saya ingin membicarakan kebiasaan saya di kelas ataupun di luar kelas ketika saya duduk manis di kelas 7. Setiap pelajaran sejarah, saya selalu mendapatkan giliran membacakan suatu materi karena dianggap yang memiliki suara besar. Padahal nyatanya suara saya biasa saja, bahkan cempreng sepertinya belum mantap. *EHEM* Next, tiap ke kantin selalu menanyakan "Bu, ada pisang aromanya?" atau "Pak, beli siomainya doang pak 3 ribu" Hahahaha. Dijuluki si "suneo" katanya bibir saya kecil hahahaha emang si suneo bibirnya kecil?
| Padahal Bibirnya tidak kecil ya? Aneh. |
Oke, saya akhiri part 1 ini. Ya namanya juga anak SMP, masa adaptasi. Dan pesan nih :
"Masa SMP masa adaptasi, jadi jangan salah bergaul ya! Pasti banyak perubahan yang terasa dan coba nikmati perubahan itu bukan menyalahgunakan perubahan itu"
0 comments:
Post a Comment