Mengapa hujan datang secara instan, tapi tidak dengan cintamu
Mengapa hujan datang ditakdirkan, tapi tidak dengan aku dan kamu
Mengapa hujan datang membawa kenangan yang menggantungkan perasaanku
Sungguh aku tidak menyalahkan hujan karena aku bukanlah seorang hakim yang patut menyalahkan
Kamu. Ya kamu, seorang seperti hujan yang aku harapkan
Apa kamu dengar rintikannya? mengisyaratkan getaran hatiku yang sangat dipacu senyummu
Jika hujan mengalirkan air, sudikah kamu alirkan setitik saja cinta
Yang nantinya aku kumpulkan dan aku rekatkan agar kita tidak pernah lepas
Menatap matamu seperti menatap bayang-bayang impian jauh ke depan
Aku melihat senyum manismu terbalas oleh senyum manisku
Aku melihat ada seorang bidadari yang terjatuh dari khayangan disampingku
Aku melihat ketulusan. Aku melihat keindahan. Aku melihat kebaikan.
Itu semua karena kamu, wahai pelitaku.
Hujan tetaplah menjadi dirimu yang selalu mengingatkanku padanya
Meski dirinya tak sepertimu, itu bukanlah sebuah alasan yang memberhentikanku
Dari lamunan yang bersandar pada bingkai jendela dan aku selalu lihat ada kamu didekatnya
Thursday, December 20, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
ini asli kerenn...
ReplyDeletelebih keren gua B)
ReplyDelete