Wednesday, February 3, 2016

Yang Bakal Menjadi Kenangan

Selamat pagi!

Ada cerita menarik yang terjadi dalam hidup gua baru-baru ini. Tanggal 30 November 2015 gua melayangkan surat resign ke atasan gua. Dengan harapan tanggal 30 Desember 2015, gua udah resmi resign. Pengajuan resign harus sebulan sebelum lu bener-bener pengen keluar karna cari pengganti itu gak gampang. Gak semuanya sih, tapi mayoritas harus H-1 bulan. Lanjut kuy, jadi..... alasan gua resign adalah..... gua belum menemukan kenyamanan bekerja di bidang kimia. Gua emang udah nyadar passion gua bukan di kimia sejak gua kelas 11. Tapi untungnya, gua tetep serius menjalani masa sekolah karena ada orang-orang yang gak boleh gua kecewain saat itu. You know who they're. Karena gua pikir bekerja dengan passion akan lebih jauh baik dibandingkan bekerja karena embel-embel lain. Temen-temen gua udah tau kalo jalan gua bukan di kimia, beberapa orang bahkan merasa sayang dengan pilihan gua karena merasa kalo hidup kita selama 4 tahun di sekolah kimia sia-sia kalau kita gak meneruskan hidup kita selanjutnya di bidang kimia. Tapi gini loh, orang yang kuliah di bidang tertentu belum tentu pekerjaannya nanti di bidang yang ditekuninya. Banyak kok kisah-kisah seperti itu di google. Tulisan gua ini bukan bersifat provokatif atau sejenisnya. Tapi, passion itu gak cukup kok. Pilihan kita juga harus diimbangi dengan talent juga. Kan sia-sia juga kalo kita mempertahankan passion kita yang jelas kita tak punya talent yang mumpuni.
Balik lagi ke masalah resign. Keinginan gua resign di akhir tahun 2015 nyatanya harus tertunda. Manajemen mengiyakan gua resign tapi dengan syarat sebulan ke depan (Januari) gua harus mentraining orang yang bakal menggantikan posisi gua. Yeah, I came to the office as a trainer not as an employee. Awalnya, gua merasa kecewa dengan keputusan itu tapi gua mencoba legowo. Toh, kapan lagi diberikan kesempatan untuk berbuat baik terhadap sesama hehehehe mengajarkan hal positif kan dicatat sama malaikat sebagai amalan baik, ditambah jika kita mengajarkan dengan ikhlas. InsyaAllah tambah berkah. Berbekal pikiran positif, akhirnya gua jalanin masa-masa sebagai trainer dengan menyenangkan. Ketemu dua orang baru di kantor yang tentunya punya kepribadian masing-masing. Pengganti gua usianya 22 tahun, 3 tahun lebih tua dari usia gua sekarang tapi gak ada batasan kok meski kita punya perbedaan. Asal dia dari Padang. Jauh banget ya coy. Ternyata dia lulusan saudara sekolah gua. Orangnya lebih kalem dari gua. Keras kepalanya kayaknya sama kayak gua. Apalagi ya? Orangnya sih lebih kuat kayaknya dari gua wkwkwk karena gua liat dia gak semelow gua, gak selebay gua, gak sesengklek gua tapi bagaimanapun dia, kami tetep jadi partner kerja yang saling ngasikin kok hehe. Satu orang lagi, berbeda divisi tapi tempat kerja sampingan. Alumnus UI yang sudah hampir kepala tiga yang gak keliatan hampir kepala tiga :p orangnya nyambung banget sama gua. Bijaklah ya. Baik. Yaa pokoknya kami juga gak kalah jadi partner kerja yang saling ngasikin. :)
Meninggalkan dua orang temen baru sekaligus tempat yang dihabiskan selama kurang lebih 6 bulan bukan sesuatu yang mudah. Apalagi sebagai orang Bogor satu-satunya di kantor, gua sering dapet wejangan atau info gratis mengenai kehidupan di Jakarta. Sedih sih. Tapi mau gimana lagi? Semua orang gaada yang seneng ketika harus meninggalkan sesuatu yang sudah terangkai menjadi cerita yang indah.

_______________________________

Salam,

Ali Yakhya

0 comments:

Post a Comment