Tuesday, October 27, 2015

Manusia dan Masalah

Ketika harapan tak sejalan dengan kenyataan.
Ketika kita berada di tengah kemunafikan hati.
Ketika rasanya ingin bebas tapi serasa terikat kencang.
Ketika ingin berlari namun entah mengapa bertahan.

Ketika penerimaan rasa acuh sudah biasa.
Ketika rasa sakit terus mendera
Ketika mulut terkunci untuk mengadu.
Ketika menyalahkan Tuhan di semua kondisi.

Kini tiba waktunya untuk mencari akar dari sebatang masalah ini
Kan aku rontokkan akar itu hingga hancur berantakan.
Seolah tidak ada yang salah.
Aku terus hancurkan hingga akar berubah wujud menjadi serbuk.

Serbuk itu kian merana di dalam tungku.
Terlihat api berwarna merah menyala gembira.
Dari lain sisi juga terlihat seberkas sinar.
Sinar yang ternyata datang dari lubuk hatiku.

Sinar itu berbisik.
Kamu berhasil melenyapkan segala akar permasalahan.
Kamu berhasil menghilangkan sumber permasalahan.
Tapi sayangnya kamu melupakan satu hal.

Masalah tidak akan pernah hilang.
Ia akan berdatangan layaknya pasukan kuda dari istana.
Seharusnya kau terus menambah ilmumu wahai manusia
Karena setiap masalah ada jalannya

Oh Tuhan...
Apakah aku sebodoh itu?
Atau sinar itu perwujudan hidayahMu?
Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?

0 comments:

Post a Comment