Sebenarnya....
Aku akui bahwa empat bulan terakhir ini (anggap saja aku menulis ini di ujung bulan ke empat)... aku seperti tidak menemukan diriku yang sesungguhnya. Sepertinya, jiwa dan pikiranku tidak menyatu. Saksinya tentu saja jalanan yang biasa ku lalui. Atau kursi dan meja yang biasa aku gunakan. Atau.... mungkin saja monitor yang selalu melihat tatapan mataku karena biasanya kondisi seseorang bisa dilihat dari mata terlebih dahulu. Lupakan sejenak mereka. Lupakan kesaksian mereka. Sehubungan dengan pemikiranku yang serasa bukan diri sendiri menjadikanku tahu bahwa ada masalah internal dalam diri ini. Jangan dulu lihat ke luar. Jangan dulu salahkan orang lain. I mean, kita tahu ada masalah dalam diri kita mengapa harus bertingkah eksternal dengan melihat orang lain yang menimbulkan masalah. Koreksi dulu yang ada dalam diri kita. Begitupun aku.
Satu bulan yang lalu, aku coba koreksi diriku.
Apa ada yang salah?
Mengapa ada masalah?
Apa yang terjadi dalam diriku sehingga aku seperti ini?
Ternyata dengan bantuan do'a yang terus dipanjatkan padaNya, aku temukan jawabannya. Masalahnya adalah..... setengah keraguan. Aku bilang setengah karena aku tau setengah lagi adalah keyakinan Saat itu aku berpikir, sampai kapan keraguan ini bernilai setengah. Aku ingin mengikis hingga nilainya nol. Aku terus berusaha mencari keyakinan hingga akhirnya aku tiba di hari dimana aku temukan keyakinan. Hari ini. Seperti yang sudah aku bilang di awal postingan ini.
Ya Allah...
Terimakasih atas segalanya.
Terimakasih telah mempertemukanku dengan keyakinan yang sudah aku tunggu.
Kini, tiba saatnya merias mimpi-mimpi lama. Kan ku segera gantungkan setinggi langit agar setidaknya walaupun aku jatuh, aku masih bersama bintang-bintang yang indah. Memancarkan sinarnya sendiri seperti harapanku. Selalu memancarkan sinar-sinar kebaikan untuk orang-orang.
Sampai jumpa blog. Thanks sudah menampung segala aspirasi hati ini hehehehehe hingga akhirnya aku menjadi aku yang baru, yang lebih baik! :)
0 comments:
Post a Comment